Kamis, 08 Mei 2014

REAKSI KIMIA

REAKSI KIMIA 

Reaksi kimia adalah transformasi/perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yang lebih kecil, atau penataulangan atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya ikatan kimia. 


Reaksi kimia merupakan suatu proses alam yang selalu menghasilkan antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebihproduk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir. 
Contoh di bawah adalah reaksi antara merkuri dengan oksigen: 

HgO → Hg + O2 

Pada reaksi kimia di atas, dapat diterjemahkan bahwa "Molekul HgO yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg) dan satu atom hidrogen (O), menghasilkan (→) satu molekul yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul yang terdiri dari dua atom oksigen (O2). 

Suatu reaksi kimia merupakan gabungan beberapa lambang, yang selanjutnya dinamakan dengan persamaan kimia. Zat yang berada di sebelah kiri anak panah disebut dengan pereaksi, sedangkan zat yang berada di sebelah kanan anak panah disebut dengan hasil reaksi. 

Menurut hukum konservasi, bahwa dalam reaksi kimia biasa tidak ada materi yang hilang meskipun mungkin berubah. Jumlah atom dalam pereaksi harus tetap sama dengan yang dihasilkan, betapa pun atom-atom itu berubah untuk membentuk pola molekul yang baru. Apabila suatu persamaan memenuhi syarat-syarat itu, dapat dikatakan persamaan itu setimbang. Sehingga, agar reaksi antara Hg dan O di atas menjadi persamaan yang setimbang, maka persamaannya menjadi 

2HgO →2Hg + O2 

Cara membaca persamaan reaksi kimia di atas adalah : 2 molekul merkuri oksida (HgO) yang terdiri darisatu atom merkuri (Hg) dan satu atom oksigen (O) menghasilkan dua molekul merkuri (Hg) yang masing-masing terdiri atas satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul oksigen (O2) yang terdiri atas dua atom oksigen (O2) . Angka 2 di depan lambang Hg menyatakan jumlah molekul, bukan jumlah atom. Sementara untuk menyatakan jumlah atom ditulis di belakang bawah lambang reaksi. 

Ciri-ciri Reaksi Kimia: 
     - Dapat menimbulkan perubahan warna 
     - Dapat membentuk endapan 
     - Dapat menimbulkan perubahan suhu 
     - Dapat menimbulkan gas 

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi kimia: 
     - Ukuran zat 
     - Perubahan suhu 
     - Katalis 

JENIS-JENIS REAKSI KIMIA 

Ada banyak jenis reaksi kimia dan pendekatannya menghasilkan banyak pertindihan dalam Klasifikasi. Berikut adalah beberapa contoh istilah yang sering digunakan dalam menyatakan beberapa jenis reaksi: 

Pengisomeran, yaitu ketika senyawa kimia menjalani penataan kembali struktur tanpa perubahan komposisi atom (stereoisomerisme).

Sintesis, yaitu ketika dua atau lebih unsur atau senyawa kimia bergabung membentuk hasil yang lebih rumit: N2 + 3 H2 → 2 NH3

Pengurai kimia atau analisis, yaitu ketika senyawa kimia terurai menjadi senyawa yang lebih kecil atau unsur: 2 H2O → 2 H2 + O2

Displacement tunggal atau penggantian tunggal,
dicirikan oleh unsur yang digantikan keluar dari senyawa oleh unsur reaktif: 2 Na (p) + 2 HCl (ak) → 2 NaCl (ak) + H2 (g)

Metatesis atau Reaksi penggatian ganda, yaitu dua senyawa mengganti ion atau ikatan untuk membentuk senyawa lain: 
NaCl (ak) + AgNO3 (ak) → NaNO3 (ak) + AgCl (p) 

Reaksi Air hujan adalah ketika bahan dalam larutan bergabung membentuk padat (mendakan). Contoh yang sesuai adalah seperti yang tertera dalam metatesis. 

Reaksi asam-basa, umumnya dikenal saat reaksi antara asam dan basa, bisa memiliki definisi berbeda tergantung pada konsep asam-basa digunakan. 
Antara yang biasa adalah: 
Definisi Arrhenius: Asam bercerai di dalam air membebaskan ion H3O +; basa bercerai di dalam air membebaskan ion OH-. Definisi Brønsted-Lowry: Asam adalah donor proton (H +); basa adalah penerima proton. 
Definisi Arrhenius turut berperan. 
Definisi Lewis: Asam adalah penerima pasangan elektron; Basa adalah donor pasangan elektron. 
Definisi Brønsted-Lowry turut berperan. 

Reaksi redoks, yaitu perubahan dalam nomor oksidasi atom. Reaksi tersebut sering dianggap sebagai transisi elektron antara situs atau spesies molekul berbeda. Contohnya reaksi redoks adalah: 
2 S2O32-(ak) + I2 (ak) → S4O62-(ak) + 2 I-(ak) Yaitu I2 diturunkan ke I-dan S2O32-(anion tiosulfat) dioksidasi ke S4O62-. 

Pembakaran, sejenis reaksi redoks yang atas senyawa mampu terbakar bergabung dengan unsur yang mengoksidasi, biasanya oksigen, untuk menghasilkan energi dan mengeluarkan hasil yang teroksidasi. Istilah pembakaran lazim digunakan hanya untuk oksidasi skala besar untuk seluruh molekul, yaitu oksidasi terkendali untuk kelompok berfungsi tunggal bukanlah satu pembakaran. 
C10H8 + 12 O2 → 10 CO2 + 4 H2OCH2S + 6 F2 → CF4 + 2 HF +SF6 

Reaksi organik mencakup pengasingan luas yang melibatkan senyawa organik yang memiliki karbon sebagai unsur utama dalam struktur molekul. Reaksi yang melibatkan senyawa organik yang kebanyakan didefinisikan sebagai kelompok berfungsi. Bagi yang berlawanan pula dikenal sebagai reaksi takorganik. 

KESIMPULAN 
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 
1.   Reaksi kimia dikatakan berlangsung apabila salah satu hal
     teramati diantaranya: 
     - Reaksi tersebut menghasilkan gas. 
     - Reaksi tersebut menghasilkan perubahan suhu. 
     - Reaksi tersebut menghasilkan perubahan warna 
2.  Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat-zat baru yaitu
     hasil reaksi terbentuk dari beberapa zat aslinya yang disebut
     pereaksi. 
3.  Reaksi kimia dibagi beberapa jenis diantaranya. 
     - Pembakaran 
     - Penggabungan 
     - Penguraian 
     - Pemindahan Tanggal

SIKLUS AIR

SIKLUS AIR 

Siklus atau daur merupakan suatu perputaran atau lingkaran. Siklus hidrologi adalah perputaran air dengan perubahan berbagai bentuk dan kembali pada bentuk awal. Hal ini menunjukkan bahwa volume air di permukaan bumi sifatnya tetap. Meskipun tetap dengan perubahan iklim dan cuaca, letak mengakibatkan volume dalam bentuk tertentu berubah, tetapi secara keseluruhan air tetap. Siklus air secara alami berlangsung cukup panjang dan cukup lama. Sulit untuk menghitung secara tepat berapa lama air menjalani siklusnya, karena sangat tergantung pada kondisi geografis, pemanfaatan oleh manusia dan sejumlah faktor lain.

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

1.    Evaporasi, yaitu penguapan dari benda-benda abiotik dari
      air menjadi gas. Sekitar 95.000 mil kubik air menguap ke
      angkasa setiap tahunnya. Hampir 80.000 mil kubik
      menguapnya dari lautan. Hanya 15.000 mil kubik berasal
      dari daratan, danau, sungai dan lahan yang basah, dan
      yang paling penting juga berasal dan transpirasi oleh daun
      tanaman yang hidup. 

2.   Transpirasi, yaitu pelepasan uap air dari tumbuhan melalui
      stomata atau mulut daun. 

3.    Evapotranspirasi, gabungan antara evaporasi dan
       transpirasi. 

4.    Kondensasi, proses berubahnya uap air menjadi embun,
       titik-titik air, salju dan es karena pendinginan. 

5.    Infiltrasi (Perkolasi), perembesan air ke dalam tanah melalui
       pori-pori tanah. 

6.    Aliran permukaan (run off) dan aliran bawah tanah (ground
       water). air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air
       dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah
       permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali
       sistem air permukaan. Air permukaan, baik yang mengalir
       maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan
       sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan
       mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. 

 7.    Presipitasi, ketika titik-titik air, salju dan es di awan
        ukurannya semakin besar dan menjadi berat, mereka akan
        menjadi hujan. Presipitasi pada pembentukan hujan, salju,
        dan hujanmbatu (hail) berasal dan kumpulan awan.
        Awan-awan tersebut bergerak mengelilingi dunia, yang
        diatur oleh arus udara. 

Untuk lebih jelasnya terkait unsur utama pada siklus hidrologi dapat kita lihat pada gambar di bawah ini. 


Siklus hidrologi adalah peredaran air secara umum dari laut ke atmosfer melaui penguapan, kemudian jatuh kepermukaan bumi sebagai hujan, mengalir diatas permukaan dan didalam tanah sebagai sungai yang menuju ke laut. Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: 

Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang. 

Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air. 

Siklus Panjang : Air laut menguap, setelah menjadi awan melalui proses kondensasi, lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegunungan-pegunungan yang tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah, mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut. 

Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi : 

Evaporasi  : penguapan dari badan air secara langsung 
Transpirasi : penguapan air yang terkandung dalam
tumbuhan 
Respirasi : penguapan air dari tubuh hewan dan manusia 
Evapotranspirasi : perpaduan evaporasi dan transpirasi 
Kondensasi : proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan 
Presipitasi : segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air, hujan es, hujan salju.
Infiltrasi : air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah 
Perkolasi : air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater 
Run off : air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut. 

KESIMPULAN : Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Air adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di bumi. Siklus air ini membuat air seolah-olah tidak terbatas. matahari sangat berperan dalam proses hidrologi. Jumlah air bersih sepertinya tidak terbatas, namun sebenarnya air mengalami siklus hidrologi di mana air yang kotor dan bercampur dengan banyak zat dibersihkan kembali melalui proses alam. Proses siklus hidrologi atau siklus air berlangsung terus-menerus yang membuat air menjadi sumber daya alam yang terbaharui. Meskipun air mengalami siklus hidrologi, hal itu tidak menjamin air bersih selalu ada. Untuk itu perlu ada upaya dan kesadaran untuk menghemat air.




Sabtu, 03 Mei 2014

Pertanyaan | Materi Kesetimbangan Kimia

1. Apa pengertian dari reaksi Reversibel ? 

2. Apa pengertian dari Reaksi Irreversibel ?

3. Jelaskan mengenai Kesetimbangan Dinamis ! 

4. Jelaskan secara singkat tentang Ketetapan Kesetimbangan ! 

5. Tentukan Konstanta Kesetimbangan dari : 
     N2 (g) + 3H2 (g) ↔ 2 NH3 (g) 
                                                                    Jawaban : 

1. Proses reversibel adalah proses termodinamik yang dapat berlanggsung secara bolak-balik. Sebuah sistem yang mengalami idealisasi proses reversibel selalu mendekati keadaan kesetimbangan termodinamika antara sistem itu sendiri dan lingkungannya. Proses reversibel merupakan proses seperti-kesetimbangan (quasi equilibrium process). Proses yang dapat dibalik arahnya dinamakan proses reversibel. Proses reversibel adalah murni dan bersifat hipotesis. 

2. Proses Irreversibel adalah proses termodinamik yang berlanggsung secara alami seluruhnya disebut proses ireversibel (irreversibel process). Proses tersebut berlangsung secara spontan pada satu arah tetapi tidak pada arah sebaliknya. Proses yang tidak dapat dibalik arahnya dinamakan proses irreversibel. Contohnya kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

 3. Kesetimbangan dinamis artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. 
 Beberapa sifat kesetimbangan dinamis adalah: 
• Konsentrasi seluruh zat akan selalu konstan pada temperatur konstan. Itulah yang disebut dengan kesetimbangan konsentrasi. 
• Kesetimbangan dinamis berupa reaksi dapat balik dapat stabil antara kedua ruas persamaan reaksi. 

4. Ketetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) adalah hasil perkalian konsentrasi hasil reaksi dibagi perkalian konsentrasi pereaksi yang masing-masing dipangkatkan koefisiennya. Dalam kesetimbangan homogen, rumusan Kc dihitung dari konsentrasi semua zat yang terlibat dalam reaksi. Perhatikan reaksi berikut. 
                                 
 Untuk menghitung besar Kc pada kesetimbangan homogen, dipergunakan rumus berikut. 

                                        
Sedangkan untuk kesetimbangan heterogen, rumusan Kc dihitung dari: 
1. Untuk campuran gas dengan padat, yang diperhitungkan hanya zat yang berfasa gas. 
2. Untuk campuran larutan dengan padat, yang diperhitungkan hanya larutan saja. 

5. Tolong di isi yaa nomor 5 ! di "KOMENTAR"      Hehehe

Jumat, 02 Mei 2014

KESETIMBANGAN KIMIA

KESETIMBANGAN KIMIA
 1. Pengertian Kesetimbangan Pada reaksi yang berlangsung bolak balik, ada saat dimana laju terbentuknya produk sama dengan laju terurainya kembali produk menjadi reaktan. Pada keadaan ini, biasanya tidak terlihat lagi ada perubahan. Keadaan reaksi dengan laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi baliknya (ke kiri) dinamakan keadaan setimbang. Reaksi yang berada dalam keadaan setimbang disebut Sistem Kesetimbangan. 

Ciri-Ciri Kesetimbangan kimia : 
• Hanya terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap 
• Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan 
• Laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi balik (ke kiri) 
• Semua komponen yang terlibat dalam reaksi tetap ada 
• Tidak terjadi perubahan yang sifatnya dapat diukur maupun diamati. 

Ciri khas reaksi kesetimbangan :
 "Zat-zat ruas kiri ( reaktannya ) tidak pernah habis" 

Pada saat terjadi kesetimbangan, maka harga tetapan kesetimbangan (Kc) dapat ditentukan. Nilainya ditentukan dengan menggunakan perbandingan konsentrasi zat-zatnya saat tercapai kesetimbangan. 
                                             
                                         

dari bentuk persamaan di atas dapat disimpulkan :

Jika nikai K > 1 maka hasil/produk yang dihasilkan banyak Jika nikai K < 1 
maka hasil/produk yang dihasilkan sedikit 

 Hal PENTING yang perlu kalian ketahui ! 
Untuk reaksi yang sama harga Kc hanya dipengaruhi suhu. Selama suhu tetap maka K tetap. Harga K berubah hanya apabila suhunya berubah. perubahan harga K tergantung jenis reaksinya :
 • Reaksi Endoterm ( menyerap kalor / delta H nya positif ) : K berbanding lurus dengan suhu. Artinya jika suhunya meningkat maka K nya juga meningkat dan sebaliknya jika suhunya menurun maka K nya juga menurun. 
• Reaksi Eksoterm ( melepas kalor / delta H nya negatif ) : K berbanding terbalik dengan suhu. Artinya jika suhunya meningkat maka K nya menurun dan sebaliknya jika suhunya menurun maka K nya meningkat.

a. Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M), dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. 
b. Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt 
c. Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran , misalnya daya hantar listrik, tekanan (untuk reaksi gas),adopsi cahaya dll. 
Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. 
Laju rata-rata = - Δ [Br 2] Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal 

* Hukum Laju Reaksi 
Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. 
Secara umm untuk reaksi : 
рA + qB → rC v = k [A]…. [ B ]….. 
Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) 
                       K = Tetapan Laju Reaksi 
                      m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A
                       n  = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B
                  [ A ] = Konsentrasi awal A (mol dm ) 
                 [ B ]  = Konsentrasi awal B ( mol dm )

 * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 
1). Teori tumbukan. 
2). Konsentrasi 
3). Luas permukaan sentuhan. 
4). Suhu……..laju reaksi 
5). Katalisator. 

d. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. 
a). Pembentukan senyawa antara
 b). Adsopsi. 

 “KESETIMBANGAN KIMIA” 

A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik 
Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik.

1. Keadaan setimbang.

 1). Reaksi bolak-balik. 
Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 
2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 
3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. 

2. Pergeseran Kesetimbangan 
Suatu sistem dalam keadaan setimbang cendrung mempertahankan kesetimbangannya, sehingga bila ada pengaruh dari luar maka sistem tersebut akan berubah sedemikian rupa agar segera diperoleh keadaan kesetimbangan lagi. 
Seorang kimiawan berkebangsaan Perancis, Henri Le Chatelier, menemukan bahwa jika reaksi kimia yang setimbang menerima perubahaan keadaan (menerima aksi dari luar), reaksi tersebut akan menuju pada kesetimbangan baru dengan suatu pergeseran tertentu untuk mengatasi perubahan yang diterima (melakukan reaksi sebagai respon terhadap perubahan yang diterima). Hal ini disebut Prinsip Le Chatelier. 

Ada tiga faktor yang dapat mengubah kesetimbangan kimia, antara lain : 
- Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Kesetimbangan 
- Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Kesetimbangan 
- Pengaruh Perubahan Tekanan atau Volume Terhadap Kesetimbangan

By :
Free Blog Templates